Pendampingan Penyusunan Proses Bisnis Rumah Sakit Umum Daerah untuk Peningkatan Efisiensi dan Mutu Pelayanan Kesehatan
Keywords:
pelayanan kesehatan, proses bisnis, rumah sakit daerah, tata kelolaAbstract
Rumah sakit umum daerah menghadapi tantangan dalam mengelola kompleksitas pelayanan kesehatan yang semakin meningkat, terutama terkait kejelasan dan keterpaduan proses bisnis. RSUD XYZ sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah di Provinsi Jawa Timur mengalami permasalahan belum terdokumentasinya proses bisnis secara sistematis, yang berdampak pada efisiensi operasional, konsistensi pelayanan, dan pengendalian mutu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan penyusunan dokumen proses bisnis yang terstandar dan aplikatif sebagai dasar penguatan tata kelola rumah sakit.
Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan manajemen dan perwakilan unit kerja rumah sakit. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan mitra, pemetaan proses bisnis eksisting (as-is), perancangan proses bisnis usulan (to-be), penyusunan dan validasi dokumen, serta pelaporan dan sosialisasi hasil pendampingan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, diskusi kelompok terarah, dan observasi alur pelayanan.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan berhasil menghasilkan dokumen proses bisnis berbasis level dan visualisasi yang mencakup proses utama dan proses pendukung rumah sakit. Selain menghasilkan luaran berupa dokumen, kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman dan kapasitas manajerial mitra dalam mengelola proses operasional secara lebih terstruktur dan berbasis proses. Sosialisasi hasil menunjukkan adanya peningkatan kesadaran mitra terhadap pentingnya proses bisnis sebagai instrumen peningkatan efisiensi dan mutu pelayanan kesehatan.
Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendampingan penyusunan proses bisnis merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang relevan dan aplikatif dalam mendukung penguatan tata kelola rumah sakit daerah serta berpotensi direplikasi pada institusi pelayanan kesehatan lainnya.
